Lagu Renungan di Bulan-bulan Terakhir

1 02 2009

Melatiku
Iwan Abdurrahman

Ini kisah tentang sekuntum bunga
Terputih dari yang putih
Yang daunya hijau di musim kering
Kemilau disinar surya

Dan bila musim bunga tiba
Melati berseri
Putih dan sejuk, bening berseri
Bergetaran di sudut hati

Ini kisah tentang sekuntum bunga
Terputih dari yang putih
Yang daunya hijau di musim kering
Kemilau disinar surya

Gubuk Sunyi
Iwan Adurrahman

Gubuk sunyi di pinggir danau
Diam-diam tersenyum dipeluk mentari senja
Yang juga nakal meraba-raba
Ujung bunga rerumputan

Lagu alam memang sunyi, sayang…
Apalagi sore ini
Sore ini sore Sabtu, sore biasa kita berdua
Membelai mentari senja, diujung jalan Bandung Utara

Mentarinya yang ini juga, sayang…
Cuma jarak yang memisah kita
1000 mil lebih sedepa
seribumilpun lebih sedepa

Lagu alam memang sunyi
Lagi pula bukan puisi
Cuma bahana yang diam-diam
Lalu bangkit dari dalam hati

Lagu alam memang sunyi, sayang…
Ini jarak yang memisah kita
Seribumil lebih sedepa
Seribumilpun lebih sedepa

Gubuk sunyi di pinggir danau…..hem hem..hem hem

Note:
Lagu yang mengingatkan perjalanan dalam keseharian pekerjaan di tahun-tahun terakhir.
Terimakasih Bah Iwan lagunya


Actions

Information

One response

11 02 2009
Tomita Prakoso

Hallo Pak Atwar … saya senang sekali akhirnya menemukan link-link dosen Fikom. Saya tahu ini dari Blog-nya Pak Teddy … ok … kalau ada waktu akan saya baca semua isi blog dosen Fikom … he, he … Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: