Dunia Semakin “Datar”

4 12 2008

Mumbai dilanda penyerangan dan kekacauan, Bangkok Thailand di dera Demo, dan jangan salah ekonomi Amerika juga hancur lebur. Tidak ada satu negarapun di dunia ini yang tidak memiliki peluang resiko untuk menerima kenyataan chaos. Sendi-sendi ekonomi hancur, terorisme di mana-mana, dan media “mengajarkan orang” untuk membunuh atau berdo’a. Seolah kita bisa memandang jauh di ketinggian hotel tertinggi; orang saling menuding, orang bertempur, orang “mencincang” tubuh kekasihnya, dan di sudut yang lain orang sedang membangun gedung atau rumah, membangun jembatan, mendirikan mesjid atau gereja sekemudian mereka berdoa. Sementara kita juga menonton sambil minum kopi dan menemani anak belajar, atau tidak kita sadari anak anak saya yang beru kelas satu SMP bermain games dengan temannya entah di Rusia atau Jepang melalui games interaktif tanpa mengetahui bahasa nonverbal dan emosi yang sesungguhnya.

Dunia semakin datar kata Thomas L. Friedman, bahkan saya tegaskan kalo sedang membaca karya futuristik dan cenedrung sangat normatif Friedman bahwa dunia ini transparan dan kita bermain petak umpet. Petak umpet karena orang atau “musuh” terus menelusuri dan mencari kita, kita tidak akan mampu lagi bersembunyi dengan kemampuan teknologi informasi yang ada. Sedalam apapun mencari persembunyian, kita akan ditemukan, hakekatnya kita sedang bermain.

“Tertulis dalam Kitab Suci bahwa Allah menciptakan dunia dalam enam hari, dan pada hari ketujuh, Dia beristirahat. Pendataran dunia memakan waktu sedikit lebih lama. Dunia didatarkan oleh konvergensi 10 peristiwa utama menyangkut politik, inovasi, dan perusahaan. Sejak itu tidak seorang pun di antara kita yang beristiraha, bahkan mungkin untuk selamanya. Begitu kutipan Friedman untuk memulai teori normatifnya tentang “Sepuluh Kekuatan yang Mendatarkan Dunia”.

Kalau Friedman mengatakan bahwa “The World is Flat”, maka jika setelah menelusuri teori normatifnya tentang sepuluh keajaiban yang menyebabkan dunia menjadi datar, maka kalimat hipotesisnya bisa menjadi “The World So Flat”, dunia terlalu datar. Denga datarnya dunia, kita bisa bermain catur dengan bidak para tenaga kerja muda yang giat, anak-anak yang bermain games dengan kawan di belahan dunia lain, dan seorang manajer di Amerika menginstruksikan stafnya di India untuk menjawab percakapan telepon dari rekan bisnisnya di dari Asia atau Australia, menyuruhnya menawarkan kartu kredit dan asuransi kepada target market di Oklahoma, New York, Michigan, bahkan sampai Guangzhou dan Chiangmai, atau mungkin Jakarta. Oleh karena itu wajar saja jika, perusahaan asuransi, layanan medis, jaminan sosial di Amerika lebih senang menggunakan Bangelore India sebagai pusat lalulintas informasi karena tenaga operator di bayar lebih murah dari pada di Amerika. Sementara mereka pekerja keras dan bekerja malam hari sementara di Amerika siang hari atau pagi hari, sehingga perbedaan waktu menjadi variabel lain yang ikut menyukseskan bisnis di Amerika.

Saking kreatifnya mereka, perusahaan di Amerika telah menyedot tenaga kerja muda dari India yang loyal, pekerja keras dan sekuat tenaga membuang aksen Hindi dalam percakapan Inggris mereka. Mereka dilatih setiap hari untuk mengucapkan kalimat: “Betty bought a bit of better butter,” atau “Insert a quarter in the matter” setiap hari agar aksen Hindi yang khas menghilang manakala sedang merayu calon konsumen di wilayah “barat”. Dan mereka bisa. Kini Bangelore adalah pusat jalur informasi terbuka di dunia menurut Friedman.

Begitulah dunia seperti papan catur melalui kekuatan jalur informasi dan IT. Friedman mengeluarkan sepuluh hipotesis normatifnya bahwa ada sepuluh kekuatan yang membuat dunia ini seolah datar, di mana kita bisa melihat peristiwa di seluruh sudut dunia, negara miskin menjadi kekuatan baru, mempekerjakan intelektual miskin terdidik menjadi kelas menengah baru, dan menguasai tenaga kerja loyal dengan upah murah.

Sepuluh hipotesis normatif Friedman, penekanan utamanya pada ketiadaan batas-batas (borderless) dan kekuatan lalulintas informasi tanpa batas. Jika saat ini anda sedang menangis maka tangisan anda bisa anda sebarkan pada dunia melalui blog, atau sebaliknya jika anda sedang gembira anda sebarkan juga. Tidak ada editor yang mampu memotong atau memisah kalimat tangisan anda.

Namun dari semua itu kita akui ada yang hilang, non verbal kita menjadi bagian yang terlupakan, komunikasi kita menjadi “:garing” karena IT tetap tidak mampu mengganti pesan emosional kita……


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: