MEDIA STUDIES: MODERNISME vs KRITIS

1 07 2008

Merupakan kajian kritis terhadap peran dan fungsi media dalam masyarakat, dalam hal ini meningkatkan literacy masyarakat terhadap media massa. Di mana dalam setiap perubahan sosial atau pergerakan sosial media memiliki tanggung jawab sesuai dengan kapasita dan kemampuannya.

I. Teori-teori Pembangunan dan Modernisme

Teori-teori pembangunan dan modernisme berbicara tentang bagaimana kebangkitan sebuah negara atau bangsa dalam membangun masyarakatnya dengan titik tolak pada percepatan pertumbuhan dan pemerataan dengan bidang ekonomi sebagai dasar dari semua struktur pembangunan dalam bidang lain, seperti politik, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan. Peran media massa adalah menigkatkan tingkat pengetahuan masyarakat tentang isu-isu pembangunan melalui percepatan kemampuan membaca (melek huruf). Dari pemahaman tentang isu-isu pembangunan tersebut masyarakat akan meningkatkan peran dan partisipasinya dalam pembangunan.

Dalam teori-teori pembangunan media massa merupakan salah satu agen pembaharu atau perubahan yang berusaha mendorong masyarakat berperan di dalamnya. Namun demikian selalui diselewengkan sebagai pemelihara status quo.

II. Teori Konflik-Kritis dan Kelahiran Persepektif Kritis Terhadap Media

Pemikiran kritis tentang media didorong oleh aliran kritis dalam ilmu sosial dan kritik terhadap pemikiran Marxisme sehingga mereka menyebut dirinya dengan aliran Neo-Marxisme.

Salah satu pendekatannya dengan Mazhab Frankfurt, yang isi ajarannya adalah:

  1. Ilmu sosial modern memainkan peranannya semata-mata penggambar realita sosial
  2. Ilmu sosial kehilangan ketajamannya untuk mempengaruhi pembebabasan masyarakat dari kekuatan penindasan penguasamdalam setiap bidang dan lapisan masyarakat.

Pendekatan pokok terhadap media dari mazhab ini adalah:

  1. Media harus menjadi ajang diskurus yang mendasari tindakan komunikatif manusia untuk penyadaran dalam “situasi percakapan ideal”
  2. Media merupakan pemain utama dalam perjuangan ideologis terutama dalam menyebarkan ideologi dominan dan potensinya mengekspresikan ideologi-ideologi alternatif dan yang saling bertentangan.
  3. Media merupakan industri budaya yang secara harafiah menciptakan simbol-simbol dan cita-cita yang dapat menekan kelompok-kelompok yang kecil.
  4. Media merupakan suatu cara untuk membangun budaya dengan lebih menekankan pada gagasan dari pada barang-barang.
  5. Konsep tentang media dipengaruhi oleh aspek-aspek ideologis, politis, ekonomi, dan sosial.


Actions

Information

6 responses

9 07 2008
dankfsugiana

Atwar Bajari memang hebat. Taut euy kana blog urang: http://dankfsugiana.wordpress.com. Ngaranna mah Metode Penelitian Komunikasi azza.

13 07 2008
bani risset

Yup betul bangt. Tapi bagaimana terus menjaga agar media juga tetap kritis dan tidak terjebak industrialis. Itu akan sulit sekali sob. Tul ga?

20 07 2008
rum4hkita

pa atwar mohon izin buat nge-link blog bapak di blog saya

4 10 2008
teddykw

minal aidin wal faidzin. neda hapunten lahir ning batin. hatur nuhun conventer mp3-na: sungguh jadi kawan berguna saat macet di mudik lebaran, 242 lagu bulak-balik bandung tasik bandung belum selesai juga. thanks berat.

7 12 2008
kharisma

pak, ini saya lagi buat tugasnya..
tapi saya masih bingung, tapi saya akan berusaha untuk menyelesaikannya. dengan membaca tulisan dari blog bapak, jd sangat membantu sekali pak.
sukses terus ya pak.

7 12 2008
atwarbajari

boleh, dari mana aja belajarmah….thanks kunjungannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: